Trading dan Investasi
ad1
Iklan Gratis
Harapan di Hari Blogger Nasional 2023
Sudah tahu belum
kalau setiap tanggal 27 Oktober diperingati sebagai Hari Blogger Nasional? Ya,
Hari Blogger nasional pertamakali ditetapkan pada tahun 2007 oleh Menteri
Komunikasi dan informatika RI saat itu yaitu Bapak Muhammad Nuh.
Buat teman-teman
yang baru mendengar tentang blogger, blogger adalah seseorang yang menulis di
blog. Blog sendiri pada dasarnya adalah web log yang berarti website untuk
menyimpan log atau catatan yang dikelola oleh satu atau beberapa blogger.
Penetapan Hari
Blogger Nasional sejalan dengan perayaan Pesta Blogger dimana saat itu para
blogger dari seluruh Indonesia berkumpul dan berdiskusi. Setelah 4 tahun, scara
Pesta Blogger berubah menjadi event On Off Indonesia (OnOffID) yang mana
fokusnya mulai bergeser ke arah bisnis tentang pengelolaan blog yang efektif. Blog
diakui sebagai sumber potensial penghasilan yang mengubah persepsi dari blog
sebagai platform curhatan hati menjadi peluang bisnis yang menguntungkan.
Melalui inovasi
tersebut, blog bertransformasi dari sekedar tempat untuk berbagi pengalaman
pribadi menjadi salah satu sarana penting dalam dunia bisnis modern yang memberikan
kesempatan kepada para blogger untuk mengembangkan kreatifitas mereka dan
meraih peluang finansial yang lebih besar.
![]() |
| sumber; pixabay |
Harapan Untuk
Diri Sendiri di Hari Blogger Nasional
Saya mulai
menulis di blog pada platform Blogger pada akhir tahun 2009, jadi sudah sekitar
22 tahun saya menulis di blog. Awalnya saya hanya mencari kegiatan positif di
sela-sela mengurus keluarga sebagai sarana healing atau refreshing yang akan
membuat mood menjadi lebih positif. Menulisnya pun hanya saat waktu senggang
saja dan menulis asal saja sesuai apa yang ada dalam pikiran dan dalam hati, tanpa
memperhatikan Teknik menulis yang benar seperti apa, mungkin istilahnya
sekarang adalah free writing ya.
Karena ketidaktahuan
saat memulai menulis di blog, saya pun pernah meng-copy paste sebagian tulisan
website lain ke blog saya. Belakangan setelah beberapa lama menjadi blogger dan
bergabung dengan komunitas blogger, saya baru tahu kalau copy paste tulisan dari
website lain itu tidak boleh. Secara etika, itu berarti pencurian tulisan orang
lain. Selain itu, blog kita akan terdekeksi oleh Google sebagai penjiplak yang
tentu akan berpengaruh buruk terhadap penampilan blog menjadi kurang bagus.
Saya pun
berusaha menghapus tulisan copy paste tersebut dari blog dan berusaha membuat
tulisan yang dibuat sendiri walaupun Cuma beberapa baris. Ya, awalnya saya
menulis di blog Cuma beberapa baris saja. Yang penting update blog dulu deh,
pikir saya. lalu lama kelamaan menjadi satu paragrap, dua paragrap, tiga paragrap,
dan seterusnya. Ternyata saya bisa juga menulis jika dilatih terus setiap hari.
Sekarang, jika satu hari tidak meluangkan waktu untuk menulis rasanya ada yang
hilang dari dalam diri saya, karena kebutuhan mengeluarkan ribuan kata belum
tersalurkan. Ya, setiap manusia baik lelaki maupun Perempuan memiliki kebutuhan
untuk mengeluarkan kata-kata setiap harinya. Dan bagi saya, menulis adalah
salah satu caranya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Saya berharap bisa
terus meningkatkan kualitas tulisan saya menjadi lebih baik, disertai Teknik blog
yang memadai. Ya, menulis di blog itu ternyata bukan sekedar menulis loh. Kita perlu
punya pengetahuan lain tentang mengelola blog, memasukkan berbagai kode html
blog, mendesain blog, menerapkan Teknik SEO agar tulisan kita banyak dicari
pembaca, dan sebagainya. Jadi, ternyata pekerjaan dan hobi seorang blogger itu
begitu kompleks ya. Bahkan untuk masa saat ini, blog semakin bagus lagi jika
disertai foto yang ciamik dan video yang keren.
Saya juga berharap
bisa terus menulis, menulis sesuatu yang bisa bermanfaat untuk orang banyak di
platform blog atau lainnya, menulis sampai tubuh saya tak mampu lagi menopang
dunia. Menulis di blog adalah hobi dan bahkan profesi yang bisa dilakukan
sampai tua, karena seringkali pekerjaan menulis di blog tidak memperhatikan batasan
usia penulisnya. Yang penting, performa blog dan tulisan bagus menurut pemberi
pekerjaan. Itu yang saya tahu.
![]() |
| sumber: pixabay |
Harapan Untuk
Komunitas Blogger di Hari Blogger Nasional
Komunitas blogger
pertama yang saya ikuti adalah Kumpulan Emak Blogger (KEB). Pertamakali saya
tahu KEB dari postingan seorang teman blogger yang sudah terlebih dulu
bergabung dengan KEB. KEB adalah komunitas blogger Perempuan Indonesia yang
anggotanya terdiri dari ribuan blogger Perempuan dari berbagai komunitas
blogger Indonesia, baik yang tinggal di dalam maupun luar negeri.
Saya langsung
merasa betah bergabung dengan KEB. Banyak hal positif yang saya dapatkan ketika
bergabung dengan KEB. Karena semua anggotanya Perempuan, tentu lebih nyaman
ketika berinteraksi dan berbagi segala hal tentang Perempuan. Saya jadi
mengenal para blogger perempaun dari seluruh Indonesia. Biasanya interaksi dan
bahkan diskusi dengan sesama anggota dilakukan di grup facebook KEB, melalui
kegiatan blogwalking dengan tema berbeda stiap harinya, melalui website emakblogger.com,
Instagram KEB, atau saat ada acara yang diselenggarakan secara offline.
Banyak diskusi dilakukan
dengan berbagai tema, seperti parenting, keuangan dan bahkan tentang tema
tentang blog. Bahkan selain diskusi secara gratis dari narasumber yang juga anggota
KEB, KEB juga kerap menjadi penghubung dengan Perusahaan yang memberikan
penawaran Kerjasama penulissan di blog.
Di Hari Blogger
Nasional 2023, saya berharap KEB akan semakin baik lagi dalam mewadahi para
blogger Perempuan Indonesia. Akan semakin banyak lagi kegiatan blogger yang menyatukan
blogger Perempuan Indonesia, tak hanya di pusat bahkan di daerah. Saat ini
sudah ada komunitas KEB Solo yang banyak mengadakan kegiatan sendiri di Solo. Tentunya
ini Langkah yang sangat positif dan bagus sehingga blogger di Solo dan
sekitarnya bisa semakin produktif dengan kegiatan yang bermanfaat. Semoga nanti
ada juga komunitas KEB di daerah lain seperti Bandung atau bahkan Tangerang
Selatan dimana saya tinggal saat ini. hehe, kalau Tangerang Selatan sih bisa
loncat ke Jakarta ya jika ada event KEB di Jakarta.
Kegiatan challenge
menulis seperti yang KEB lakukan menjelang Hari Blogger Nasional ini juga
sangat bagus untuk melatih dan mengasah kemampuna menulis blogger. Saya senang
mengikutinya walau sempat tertinggal dan kembali mengejar. Boleh juga dilakukan
challenge menulis dengan tema tertentu yang nantinya tulisan tersebut
dikumpulkan menjadi buku cetak yang bisa diperjualbelikan. Seru sepertinya! Selain
itu, tema blogwalking harian di grup KEB juga sebenarnya bisa kita jadikan ide
untuk menulis harian di blog sendiri dengan tema yang sama.
Semoga KEB juga
semakin banyak mendapat penawaran Kerjasama sehingga anggotanya juga bisa mendapat
penghasilan dari blog, dan terus terpacu untuk memperbaiki blog yang bisa
mengundang Perusahaan mau bekerjasama. Semoga para founder dan pengurus KEB
juga diberikan kesehatan lahir dan batin sehingga bisa terus mengurus KEB dan
anggotanya. Selamat Hari Blogger Nasional!
Sumber referensi:
- twibbic.net
- hostinger.co.id
Menulis Untuk Menjaga Kesehatan Mental Bagi Perempuan
Menurut
penelitian Homewod Health United Kingdom, 47 persen Perempuan beresiko
mengalami gangguan mental dibandingkan pria yang hanya sekitar 36 persen. Permepuan
2 kali lebih mungkin terkena gangguan mental dibandingkan pria. Mengapa Perempuan
sangat rentan terganggu kesehtan mentalnya?
Menurut
pakar psikologi UNAIR Dr. Ike Herdiana M. Psi., permepuan menghadapai banyak
faktor pemicu terganggunya kesehtan mental. Diantaranya ialah pertama,
permepuan lebih banyak mengambil peran pengasuhn dibanding pria. Padahal pengasuhan
anak itu sangat berat dan seharusnya seimbang antara ibu dan ayah, sehingga
tumbuh kembang anak pun jadi lebih optimal.
Kedua,
perempuan juga banyak memikul tanggung jawab jika ada keluarga yang mengalami
kecactan atau lanjut usia. Permpuan dengan banyak tanggung jawab biasanya
rentan akan kecemasan dan depresi.
Ketiga, perempuan juga lebih miskin dibanding pria sehingga memiliki rasa tidak aman dan terisolasi. Keempat, kasus kekerasan seksual hampir selalu terjadi pada anak-anak dan permepuan. Perempuan yang mengalami pengalamn traumatis akan lebih rentan terkena gangguan mental.
Kelima,
lingkungan yang tidak ramah dan diskriminatif pada perempuan akan membuat resiko
lebih besar bagi Perempuan terkena bangguan mental. Keenam, tuntutan lingkungan
tentang standar kecantikan Perempuan akan membuat mental perempuan terganggu.
Oleh karena itu, psikolog menganjurkan Perempuan agar lebih terbuka tentang gangguan kesehatan mental yang dialaminya. Bisa dengan cara mencari dukungan pada keluarga, teman, atau kelompok-kelompok yang memang peduli pada masalah kesehatan mental. Atau dengan melakukan banyak kegiatan yang kita sukai dan dapat meningkatkan mood positif. Misalnya olahraga, memasak, berkebun, fotografi, atau menulis.
![]() |
| sumber: pixabay |
Menulis Untuk Menjaga Kesehatan Mental Bagi Perempuan
Banyak
studi psikologi yang menunjukkan bahwa menulis adalah kegiatan bermanfaat untuk
kesehatan mental. Menulis dapat membantu mengurangi stress dan kecemasan. Dengan
menuliskan pengalaman yang membuat kita stress atau cemas, kita akan lebih dapat
memproses dan mengatasi perasaan tersebut. Menurut sebuah studi yang diterbitkan
Journal of Experimental Psychology, menulis tentang pengalaman stress akan
membantu mengurangi kecemasan dan membantu kita lebih santai dan tenang. Dengan
menuliskan perasaan kita, kita bisa mengurangi beban emosional yang kita rasakan.
Studi
lainnya pada tahun 2018 yang diterbitkan JMIR Mental Health, peneliti meminta
70 orang dewasa dengan berbagai gangguan medis dan kecemasan untuk menulis
selama 15 menit, 3 hari seminggu selama 12 minggu. Hasilnya, para peserta
menunjukkan perasaan Sejahtera dan lebih sedikit gejala depresi setelah 1
bulan. Kesejahteraan mental mereka meningkat setelah menulis selama 12 minggu.
Untuk mereka yang mengalami
trauma, menulis juga membantu mereka mengatasi trauma dengan lebih baik. Dengan
menuliskan pengalaman yang membuat trauma, dapat mengurangi gejala stress pasca
trauma. Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Traumatic Stress, menulis tentang pengalaman traumatis dapat
membantu mengurangi gejala stres pasca-trauma dan membantu seseorang merasa
lebih baik.
Menulis juga dapat
meningkatkan kesadaran. Dengan menuliskan situasi yang sulit dapat membuat seseorang
lebih memahaminya dengan lebih baik. Menempatkan pengalaman kedalam kata-kata
dan struktur memungkinkan seseorang membentuk persepsi baru tentang peristiwa
tersebut. Ketika seseorang mengalami stress atau sedang berfikir negative, sangat
sulit untuk emnilai sesuatu secara objektif. Menulis bisa membantu menciptakan
ruang dan jarak yang diperlukan untuk merenungkan yang telah terjadi, dimana
seseorang berada, dan apa yang akan terjadi selanjutnya.
![]() |
| sumber: pixabay |
Pengalaman Menulis Untuk Kesehatan Mental
Masa SMA adalah masa
yang indah, orang bilang demikian. Karena apa? Karena pada masa ini biasanya
seseorang memiliki banyak teman, tidak memiliki beban hidup seperti orang
dewasa yang harus memikul tanggung jawab yang lebih besar, masa-masa mengalami
percintaan, dan masa dimana seseorang bergabung dengan berbagai organisasi yang
disukai sesuai passionnya.
Namun walau begitu, pada
masa SMA juga tentu saja ada momen-momen dimana seseorang merasa terpuruk
karena pertemanan, percintaan, dan sebagainya. Saat SMA, saya memiliki
sekelompok teman yang biasa beraktifitas Bersama untuk belajar, jalan-jalan,
dan bahkan duduk berdekatan di kelas. Sebagian besar anggota kelompok kami
berasal dari SMP di daerah yang kurang terkenal. Mungkin itulah yang membuat
kami merasa dekat dan akhirnya kemana-mana Bersama.
Entah apa awalnya, saya
dan satu orang teman Bernama Tita, bersepakat untuk menulis di dalam 1 buku
diary Bersama-sama secara bergantian. Hari ini saya menulis di buku diary tersebut,
dan besoknya lagi Tita yang menulis. Begitu terus setiap harinya. Kami menuliskan
berbagai hal tentang perasaan kami, tentang pengalaman kami di sekolah, dan
lain-lain. Sangat menyenangkan, hal ini membantu kami menjalani hari-hari di
sekolah dengan lebih menyenangkan karena aka nada hal yang diceritakan di buku diary
Bersama.
Ketika hari berlalu dan
usia saya semakin bertambah, saya melihat kembali buku diary tersebut. Lalu saya
merasa malu sendiri. Aih ternyata waktu SMA saya begini dan begitu. Ada pengalaman
patah hati pada teman, pengalaman jatuh cinta dengan kakak kelas, dan lain-lain.
Saya menilai diri begitu norak dan lebay ketika membaca tulisan masa SMA, haha.
Dan akhirnya karena tak tahan malunya, saya membakar buku diary tersebut. Mau disimpan
malu kalau terbaca kakak dan adikku, hehe. Tapi tentu saja, kenangan indah
menulis di buku diary sebagai kegiatan bersenang-senang itu tetap terukir dalam
benak.
Waktu kemudian berlalu
dan saya sudah berumah tangga. Saya mulai menulis di blog setelah anak pertama
lahir. Niat awal saya menulis di blog adalah untuk healing, mencari kegiatan
yang disukai agar mood menjadi bagus dan tidak bosan di rumah saja mengurus
keluarga. Selain itu, saya juga ingin mengabadikan kenangan saya bersama keluarga
agar bisa diingat untuk kemudian hari. Saya biasanya menuliskan tentang
pengalaman saya saat mengasuh anak dan mengamati tumbuh kembang mereka, pengalaman
jalan-jalan dan menikmati kuliner bersama keluarga, dan lain-lain.
Namun karena blog itu
dibaca oleh semua orang di seluruh dunia. Kita harus lebih berhati-hati ketika
menuliskan pengalaman perasaan negatif tentang orang lain atau Lembaga lain. Jika
orang atau Lembaga tersebut tidak suka tulisan di satu blog, ia bisa menuntut
pemilik blog tersebut.
Saya sendiri tidak
memiliki pengalaman seperti ini, melainkan pengalaman lain yang serupa. Jadi,
saya sedang sedikit kecewa pada satu anggota keluarga dan saya tuliskan perasaan
kecewa saya di blog. Memang untuk sejenak merasa plong, namun ketika tulisan
itu dibaca anggota keluarga lain, saya jadi merasa tidak enak dan kemudian
memindahkan tulisan itu ke draft. Biarlah, kalau ada permasalahan keluarga biar
disimpan sendiri untuk saya dan keluarga saja. Bisa heboh deh kalau seisi dunia
tahu, bisa jadi selebritas kita. Karena bagaimanapun dengan sesame anggota
keluarga kita harus saling melindungi. Apalagi jika masalahnya hanya sepele dan
bisa diselesaikan dengan baik
- news.uanir.ac.id
- penerbitseval.com
- halodoc.com
Train To Busan, Film tentang Zombie Yang Seru dan Menegangkan
Apakah kamu punya film atau drama yang tak bosan ditonton walau berulang-ulang? Sebenarnya, saya lebih suka menonton film atau drama yang baru dan kurang suka menonton tayangan film atau drama secara berulang-ulang. Tetapi jika ditanya demikian, menurut saya salah satu film yang tak bosan ditonton adalah Train To Busan.
Sinopsis Train To Busan
Awal cerita film Train
to Busan ini adalah ketika sebuah truk pembawa barang diizinkan melintasi sebuah
daerah yang mengalami kebocoran. Saat itu, pengendara truk tidak melihat seekor
rusa lewat di tengah jalan sehingga menyebabkan rusa yang mati itu berubah jadi
rusa zombie.
Seok-Woo
yang merupakan seorang manajer keuangan sebuah perusahaan, berangkat ke Busan
bersama anaknya bernama Su-an, untuk bertemu dengan ibunya sebagai hadiah ulang
tahun anak perempuannya itu. Seok Woo yang baru bercerai dengan istrinya,
berangkat dengan kereta api cepat Korea Selatan dari Seoul bersama dengan para
penumpang lainnya. Ketika kereta akan berangkat, seorang wanita dengan luka di
kakinya masuk ke dalam kereta tersebut. Wanita itu mencoba menyerang pramugari
kereta yang ingin menolongnya. Sejak itu, wanita itu berubah menjadi zombie
yang telah menginfeksi sejumlah besar penumpang kereta.
Tiba-tiba
Seok Woo menerima telepon dari ibunya yang telah menjadi zombie dan menyuruh Seok
woo agar menjaga anaknya. Ia hanya bisa terdiam ketika harus menerima kenyataan
bahwa ibunya telah meninggal.
Masinis
kereta mengumumkan bahwa kereta akan berhenti di Daejeon, tempat para tentara
telah siaga untuk menolong mereka. Namun, ketika kereta sampai di sana, keadaan
stasiun sepi dan tidak ada orang sama sekali. Ketika menyadari bahwa seluruh
tentara telah menjadi zombie, semua penumpang berusaha masuk kembali ke kereta
api tersebut dan menuju Busan, tempat dimana kebocoran virus itu dibersihkan.
Dalam
perjalanan menuju Busan, kereta dengan para penumpang di dalamnya diserang oleh
sejumlah mayat hidup. Sayangnya, meskipun Seo Woo berhasil bertahan dari serangan
para zombie, ia sempat digigit oleh Yong Suk yang sudah menjadi zombie, dan Seok
Woo pun akhirnya berubah menjadi zombie. Seok Woo mengajari Sung Kyung dan Su An
bagaimana menghentikan kereta api sebelum ia meninggalkan mereka dan terjun
dari atas kereta api yang berjalan.
Setelah
turun dari kereta, para tentara mengira bahwa Sung Kyung dan Su An telah
terinfeksi virus zombie. Namun setelah mereka mendengar Su An yang sedang
bernyanyi, para tentara itu menyadari bahwa mereka berdua bukanlah zombie dan lalu
mengevakuasi mereka berdua.
***
Film tentang
zombie adalah salah satu film kesukaan saya. Dulu, saya selalu menantikan
serial The Walking Dead yang juga bercerita tentang zombie. Ini serial tentang
zombie yang pertamakali saya tonton. Sebagian orang mungkin kurang menyukai
film horror tentang zombie karena ketegangannya yang membuat lelah, serta rupa
zombie sebagai mayat hidup yang
awut-awutan tak sedap dipandang mata. Juga, adegan makan orang dalam film tentang
zombie juga sangat menjijikkan, tidak layak untuk ditonton bersama keluarga.
Tapi entah
kenapa, saya suka aja menontonnya, tentunya sebagai sarana hiburan saja. Jalan cerita
dan ketegangannya membuatnya menarik. Apalagi, setelah kita melihat behind the
scene film-film tentang film zombie, kita akan makin terpukau dengan berbagai
teknologi yang dipakai untuk membuat tayangan seperti ini. Dan satu lagi, kita
disadarkan bahwa segala hal seram yang kita tonton di film zombie itu ternyata cuma
rekayasa teknologi manusia.
Untuk
film Train To Busan ini saya menontonnya bersama anak saya yang sudah duduk di
bangku SMP. Dia sudah mengerti jika semua film itu hanya buatan manusia,
sehingga walau menyeramkan dia bisa segera mengatasinya. Saya juga kadang
memperlihatkan padanya tayangan Behind The Scene film tentang zombie dan dia
jadi mengerti proses pembuatannya ternyata sangat menarik. Salah satunya adalah
pada proses makeup keren seorang manusia sehingga berubah menjadi zombie,
tentunya butuh keahlian yang mumpuni dari seorang makeup artis.
Film tentang
zombie juga jadi bahan diskusi buat diri saya sendiri. Seperti menghadapi virus
lainnya, kita pun harus berusaha bertahan hidup bagaimanapun caranya karena kehidupan
itu begitu berharga. Bagaimana ya jika kita dihadapkan pada situasi yang serupa
menghadapi wabah, tentu harus berjuang habis-habisan sampai akhir untuk
melindungi diri dan keluarga. Kita juga jadi berkaca, dalam situasi yang buruk
biasanya orang akan mementingkan diri sendiri. Seperti adegan salah satu penupang
dalam Train To busan yang egois dengan tak mau membuka pintu kereta untuk Seok
Woo, yang hendak masuk ke gerbong kereta berisi orang-orang yang tidak
terinfeksi. Namun, selalu saja masih ada orang baik di belahan dunia manapun. Dalam
film Train To Busan ini, salah satu penumpang yang merupakan suami Sung Kyung
berkorban melawan para zombie agar istrinya selamat. Tuhan memang Maha Adil, ia
menciptakan segala hal di dunia berpasangan, ada orang yang baik dan juga ada
yang jahat. Selalu ada pertolongan dalam kesulitan.
Virus
zombie ini memang misterius. Kalau di serial barat, zombie nya sangat lamban
berjalan sehingga bisa dikendalikan dan ditipu daya, asalkan kita cukup senjata
dan pasukan. Namun di film-film Korea Selatan malah sebaliknya, jalannya cepat
sekali bahkan tidak bisa ditandingi manusia. Namun demikian, selalu ada jalan
keluar dari setiap permasalahan. Ah entahlah, saya tak mau memikirkannya,
melelahkan saja. Masih banyak hal yang harus dihadapi di dunia nyata. Biarkan para
penulis kreatif yang berkreasi dengan cerita zombie. Namun Yang bisa diambil
hikmahnya adalah bahwa setiap sakit ada obatnya, setiap permasalahan ada jalan
keluarnya asal kita tidak berputus asa, berusaha terus menerus dan berdoa juga
jangan lupa pada Yang Maha Kuasa agar diberikan jalan keluar atas setiap
permasalahan.
Selain
karena faktor cerita yang menarik, ketegangannya, teknologinya, pemain-pemain dalam
film Train To Busan juga tentu saja faktor yang menarik penonton. Siapa yang
tak kenal Gong Yoo yang ganteng. Saya pertamakali mengenalnya dan melihat aktingnya
dalam drama korea berjudul Guardian: The Lonely God and great God. Dan ketika
tahu dia berperan dalam film Train To Busan, film ini membuat semakin menarik
untuk ditonton. Aktingnya tentu tidak diragukan lagi. Juga, tidak membosankan melihatnya
berakting, hehe.
Selain
Gong Yoo, ada juga aktor dan aktris lain yang membintangi film ini. Ma Dong Seok
adalah salah satu aktor senior korea Selatan yang terkenal dan sudah puluhan
tahun malang melintang di dunia perfilman Korea Selatan, bahkan beliau mulai merambah
dunia perfilman Holyywood. Selain Gong Yoo dan Ma Dong Seok, aktor lainnya yang
membintangi Train To Busan adalah Jung Yu Mi, yeon Sang Ho, Kim Su An, Kim Eui
Sung, dan lain-lain.
Sumber gambar dan tulisan: wikipedia, dll











Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...